Thursday, May 24, 2018

10 Days Itinerary Vietnam Trips - Backpacker Style (Cheapskate One) - Part II

Sebelumnya di bagian I


Hari ke-2 : 7 April 2018


Setelah puas bermain di Hoan Kiem Lake, keesokan harinya kami pergi mengunjungi gereja katedral St. Joseph yang lokasinya tidak jauh dari Hoan Kiem Lake. Sebelum kami menuju gereja, kami mengunjungi Dong Xuan Market, tapi tidak sampai 5 menit kami sudah keluar lagi hahaha... Kami hanya membeli beberapa buah-buahan seperti nanas, mangga, dan jeruk yang dijual di sekitar pasar. Setelah itu kami berpencar untuk mencari makan siang, karena mama dan saya bervegetarian sementara yang lainnya tidak.

Rumah makan berikutnya yang saya kunjungi adalah The Veg - Organic Vego & Tea. Menu-menu yang tersedia di sini merupakan menu sehat serta terbuat dari bahan-bahan organik. Saya memesan Kofta Zucchini with Spinach Tortilla (85.000 VND = IDR 54.400) dan mama saya memesan Bún Thang (55.000 VND = IDR 35.200). Saya cukup suka dengan rasa tortillanya - saus kacang metenya sangat terasa, begitu pula dengan daun mintnya. Namun mungkin terasa menyengat untuk sebagian orang. Untuk Bún Thang-nya, mama saya mengungkapkan kalau sajian tersebut kurang rasa untuk lidah orang Indonesia. Beliau sampai meminta garam dan saus cabai karena ya.. rasanya cukup hambar atau mungkin juga karena organik.

Bún Thang (55.000 VND)
Kofta Tortilla (85.000 VND)

Fakta Unik no 7 di Vietnam:


Rata - rata tempat makan di Hanoi terletak di lantai 2. Kamu bisa saja makan di lantai 1, tapi pramusaji akan selalu menyarankan kamu untuk makan di lantai atas. Tangga yang digunakan seringkali tangga model melingkar, mungkin karena terbatasnya ruang dan tempat. Kalau kamu bersama orang tua, saya sarankan kamu makan di bagian bawah saja. Meskipun dekorasinya tidak semenarik di lantai atas.

Usai santap siang, kami berjalan kaki menuju bagian depan Hoan Kiem Lake untuk mendaftar naik golf cart mengelilingi area Old Quarter. Harganya 200.000 VND per 30 menit untuk 1 golf cart. Satu golf cart bisa menampung hingga 7 orang. Karena kami bersepuluh kami menyewa 2 cart, dan asal kamu tahu saja - hampir semua rute yang dilewati sudah kami lalui via jalan kaki sehari sebelumnya dan pagi harinya hahaha... dan kenyataannya 30 menit itu sudah dihitung apabila ada kemacetan. Kesimpulannya, kalau kamu kuat jalan kaki, sewa golf cart sama sekali tidak worth dan buang-buang duit saja

Ngirit Tips no 4:


Selalu bawa air minum sendiri, anehnya rumah makan di sini jarang yang menawarkan kamu mau minum apa saat memesan. Belilah air minum botol besar (galon mini), lalu pindahkan ke botol yang lebih agar lebih mudah untuk dibawa. Karena kamu banyak jalan kaki, kamu tidak boleh kekurangan air agar tidak dehidrasi.

Dari Hoan Kiem Lake, kami berjalan menuju katedral St. Joseph. Saya tidak tahu apakah hal ini terjadi setiap minggunya atau tidak, tapi sejak sekitar pukul 2 siang, jalanan di area danau Hoan Kiem sudah ditutup untuk kendaraan. Kamu bisa berjalan dengan aman dan bebas gangguan menuju ke katedral. Katedral ini masih aktif digunakan, dan pengunjung diijinkan untuk berfoto bebas di area depan katedral. Apabila kamu masuk ke dalam, harap jaga ketenangan karena banyak umat yang berdoa.
Foto dulu di depannya :p
St. Joseph Cathedral
Salah satu sisi katedral
Tampak dalam katedral





















Usai mengunjungi gereja, kami naik Grab Car menuju ke salah satu mall terbesar di Hanoi yaitu Royal City Vincom Mega Mall yang berjarak kurang lebih 6 km dari Katedral St. Joseph. Oh ya, di Vietnam terdapat Grab Car untuk 7 orang penumpang. Tidak seperti di Indonesia, yang walaupun tertera untuk 4 orang, kamu bisa mendapatkan mobil yang cukup untuk 6 orang seperti Avanza, Xenia, dsb. Di Vietnam, jangan coba-coba ngeyel ya kecuali kamu mau ditaruh di bagasi :p. Btw, mobil untuk 7 penumpang di sana berupa mobil-mobil golongan atas seperti Pajero Sport, Innova, maupun Fortuner... (Iya, buat taksi doank di sana :') )

Fakta Unik No 8 di Vietnam


Karena tidak ada MRT di sini, lebih mudah bagi kamu untuk naik Grab Car. Pengemudi Grab tidak akan menelponmu, mereka hanya akan mengirimkan chat dalam bahasa Vietnam. Saat inilah, fasilitas Google Translate sangat penting untuk digunakan. Apabila kamu tidak perlu menjawab panjang, jawablah dalam bahasa Inggris saja - seperti ok, in lobby, dsb. Hanya jika sangat mendesak dan dibutuhkan, baru gunakan Google Translate dan kirimkan pesan dalam bahasa Vietnam. Oh ya, pengemudi Grab di Hanoi sangat baik. Mereka akan memberikan kembalian padamu, walaupun nilainya kecil (3.000 VND = IDR 1.920). Lain halnya dengan pengemudi di Ho Chi Minh, tidak ada istilah kembalian :( dan tidak seramah pengemudi Grab Car di Hanoi... Atau mungkin saja kami yang kurang beruntung.

Penampakan Mall terbesar di Hanoi
Tinggalin jejak dulu gan
Ada dede lucu, foto ah :D

Capit Boneka di Hanoi lucu-lucu banget
pengen bawa pulang semuanya :'( tapi ga bisa main.
Royal City ini merupakan mall terbesar di Vietnam yang didirikan oleh Vin Group (mungkin kaya Agung Podomoro-nya Indonesia kali ya), kamu bisa menemukan berbagai brand yang tidak asing di telingamu seperti HnM, Aldo, Mango, Adidas, Lacoste, Tous Les Jours, Bata (hebat kan - brand asli Indonesia ada di sini), dsb. Sayangnya mall di sini terbilang sepi, nampaknya penduduk Vietnam bukan tipe orang yang suka cuci mata. Padahal kami datang hari Sabtu sore yang notabene biasanya hari libur di Indonesia. Aneh bukan? Tapi mungkin saja Sabtu di sana masih termasuk hari kerja. Bangunan mall yang sebenarnya terletak di bawah tanah, kalau tidak salah ada 4 lantai - lupa, dan katanya ada water park-nya juga. Sayangnya kami tidak sempat lihat.

Pukul 8 malam, kami memesan Grab Car kembali untuk pulang, sayangnya tidak ada yang 7 penumpang, akhirnya mau tidak mau kami memesan 3 grab car yang 4 penumpang. Kami tidak mau mengambil resiko dengan taksi argo/ taksi konvensional yang ada di depan mall. FYI, suhu malam hari di sana sangat dingin kala itu, padahal cuma 19' C tapi karena anginnya besar jadi terasa sangat dingin.

Hari ke-3 : 8 April 2018

Hari ini kami memutuskan untuk naik Grab Car lagi menuju beberapa tempat bersejarah di Hanoi. Sebenarnya jika kamu kuat jalan kaki sekitar 3 km kamu bisa jalan kaki saja. Tapi karena saya bersama keluarga, kami memutuskan untuk pergi dengan Grab Car. Pemberhentian pertama kami adalah Trấn Quốc Pagoda. Tiket masuknya gratis, kamu hanya perlu berpakaian sopan dan rapi jika mau masuk. Ada banyak penjual kura-kura di area pagoda untuk kepentingan Fang Sheng 放生. Sebenarnya penjualan hewan di area Pagoda tidaklah diperkenankan, namun entah kenapa sepertinya hal itu tidak berlaku di sini.

Trấn Quốc Pagoda


Ada 2 ekor merpati di bagian belakang kuil

Altar Dewa
Kemudian kami mengunjungi situs warisan UNESCO di Hanoi yaitu Thăng Long Citadel yang berjarak kurang lebih 2 km dari pagoda Trấn Quốc. Harga tiket masuknya 30.000 VND (IDR 19.200). Waktu kami datang beberapa bangunan sedang dalam proses renovasi, sehingga tidak semua bagian bisa kami lihat. Selain itu, nampaknya tempat ini cukup populer di kalangan pelajar yang baru saja lulus. Ada banyak siswa SMA maupun anak TK yang berfoto kelulusan di sini. Oh ya, satu hal lagi sebelum kamu memutuskan untuk datang, cek dulu jam operasional dari tempat wisata yang akan kamu kunjungi lebih dulu. Karena rata-rata tempat wisata di Hanoi tutup pada hari Senin.

Muka orangnya ga perlu keliatan, yang penting gerbangnya keliatan :p





Tampak dalam bagian citadel, Citadel ini memiliki beberapa
ruangan pameran yang berisikan artefak dan peninggalan dinasti di Vietnam
Ada banyak spot foto seru di sini
Ini salah satunya :p
Setelah mengunjungi Citadel kami pergi mengunjungi Lotte Center Hanoi yang berjarak sekitar 4 km dari Citadel. Sebenarnya Lotte Center Hanoi memiliki selling point utama berupa observation deck di lantai 65 dengan lantai kaca... Wow! Tapi karena kami pergi dengan orang tua, tidak ada yang bersedia naik :(. Akhirnya usai berkeliling sebentar dan makan malam kami pun pulang. Anyway, sama seperti kemarin. Mall ini juga sepi pengunjung padahal hari Minggu, saya tidak tahu lagi ke mana orang-orang Vietnam ini pergi cuci mata di hari libur.

Bagian berikutnya akan membahas perjalanan kami ke Ha Long Bay... Yeay! Sampai jumpa :D


Wednesday, May 23, 2018

10 Days Itinerary Vietnam Trips - Backpacker Style (Cheapskate One) - Part I

Selamat tahun baru!! #padahal sudah bulan Mei. Berhubung ini adalah pos comeback saya di tahun 2018 ini, jadi bolehlah sedikit diapresiasi :)
Postingan saya kali ini akan membahas tentang pengalaman perjalanan saya ke... #drumroll please.... VIETNAM... (padahal sudah ditulis di judul). Jadi awal bulan April kemarin, tepatnya tanggal 5-15 April 2018. Saya dan keluarga liburan ke Vietnam dengan tujuan ke Hanoi, Hoi An, dan Ho Chi Minh. Sebenarnya ada banyak sekali kota-kota menarik lainnya di Vietnam, seperti Hue, Sapa, Mui Ne, dsb. Tapi karena akses transportasinya yang cukup sulit, serta waktu yang tidak mencukupi, kami memutuskan akan mengunjunginya di lain waktu saja.

Karena cukup panjang saya akan membagi pos ke dalam 4-5 bagian, yang mana bagian pertama ini akan membahas tentang perjalanan kami selama di Hanoi. Kami berada di Hanoi selama 5 hari 4 malam. Di sini saya akan menerangkan rekomendasi tempat wisata, tempat menginap, makanan apa saja yang bisa kamu konsumsi di sana (vegetarian), serta memecahkan stigma orang-orang mengenai Vietnam adalah negara yang buruk bagi turis asing.

Ngirit Tips no 1:

Kalau kamu cukup kuat, untuk menghemat waktu perjalanan, gunakan penerbangan malam hari. Sehingga saat kamu tiba nanti (biasanya pagi hari), kamu bisa langsung melanjutkan perjalanan kamu.

Ngirit Tips no 2:

Jika pesawat yang kamu tumpangi tidak memberikan makanan gratis, kamu bisa bawa makanan dari rumah untuk sarapan nanti. Kamu bisa mengambil air minum di drink water fountain di bandara yang biasanya berlokasi di dekat-dekat toilet

Hari ke-1: 6 April 2018


Kurang lebih pukul 10 pagi kami tiba di bandara Internasional Noi Bai Hanoi, Vietnam. Setelah mengambil bagasi dan sarapan, kami keluar menuju area pemberhentian bus 86. Kondisi cuaca saat itu hujan gerimis. Jika kami memakai bus, kami masih harus berjalan lagi sekitar 5 menit menuju hotel. Sementara cuaca saat itu sedang tidak bersahabat untuk kami yang datang dengan membawa koper-koper besar :(
Tiba-tiba, seseorang berbadan besar dan botak mendatangi rombongan kami, menawarkan airport transfer ke hotel kami sebesar 500.000 VND (IDR 320.000). Untuk 10 orang sebenarnya harga tersebut sudah tergolong murah. Tapi kami mencoba menawar lagi hingga akhirnya kami sepakat pada harga 400.000 VND (IDR 256.000). Terbilang murah bukan untuk perjalanan selama +- 40 menit menuju hotel.

Kami menginap di sebuah hotel yang terkenal di kalangan backpacker. Karena kami bersepuluh, kami memutuskan untuk menyewa satu kamar yang muat untuk kami semua. Kami memilih menginap di Cocoon Inn di area Old Quarter dengan proses booking menggunakan hostelworld.com. Jujur saja, dikarenakan banyaknya berita buruk tentang Vietnam scam di sana sini, seluruh anggota keluarga saya harap-harap cemas dengan hotel pilihan saya ini. Untungnya apa yang kami takutkan tidaklah terjadi. Selama 5 hari saya di Hanoi, saya bisa menyimpulkan jika Vietnam tidaklah seburuk yang dituliskan.

Cocoon Inn menyediakan tempat bagi kami untuk bersantai sebelum waktu check in (pukul 14.00) tiba serta tempat untuk menitipkan koper-koper kami. Hotel ini juga menyediakan sarapan gratis dan handuk gratis yang boleh diganti setiap harinya. Untuk ulasan lengkap mengenai hotel ini, kamu bisa membaca review saya pada kolom review di Google Maps
Pukul 1 siang, saya dan mama pergi mencari makan siang dengan menggunakan offline google maps. Ya saya tidak membeli nomer di sini, sebagai gantinya saya selalu memanfaatkan WiFi yang tersedia secara gratis di tempat-tempat umum, seperti tempat makan, hotel, maupun mall.

Ngirit Tips no 3:

Jika kamu bukan tipe orang yang mau live vlog kapanpun, kamu bisa hidup di Vietnam dengan aman hanya dengan cara menyimpan offline Google Maps di smartphone kamu. Pastikan location service kamu menyala, dan kamu membawa power bank. Selain itu, pastikan pula kamu mengunduh offline translation bahasa Vietnam di aplikasi Google Translate milikmu.

Fakta Unik no 1 tentang Vietnam:


Kebanyakan orang Vietnam mempercayai Buddha, tapi bukan berarti mereka beragama Buddha. Kamu akan sering menemukan altar kecil dengan beragam sajian buah, salah satunya buah tangan Buddha di toko-toko/ tempat makan yang kamu datangi. Pada tanggal 1 dan 15 kalender Cina, biasanya orang-orang Vietnam akan bervegetarian sesuai ajaran Buddha.

Selama saya berada di Hanoi, saya tidak menemukan adanya tanda-tanda Rumah Makan Halal yang bisa banyak kamu temukan saat kamu di Ho Chi Minh. Karena itu bagi kamu yang muslim, saya sarankan untuk makan di RM vegetarian yang kehalalannya terjaga atau RM India. Dan bagi kamu yang bervegetarian, perlu diketahui jika kebanyakan rumah makan vegetarian di Hanoi memasak dengan menggunakan bawang-bawangan. Jadi jangan lupa untuk selalu memberikan catatan saat memesan makanan.


Fakta Unik no 2 tentang Vietnam:


Old Quarter sangat kaya akan turisnya. Sehingga mayoritas penduduknya bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Namun ada kalanya ketika mereka bingung, gambar akan sangat membantu. Sebagai contoh: Saat saya hendak memesan makanan vege tanpa daun kucai (Bahasa Inggris: Chives), mereka kurang paham. Alhasil saya menunjukan gambar daun kucai di Google, dan mengisyaratkan untuk tidak menggunakan bahan tersebut. Gunakan kata 'Chay' untuk mengungkapkan kalau kamu menginginkan makanan vegetarian.


Fakta Unik no 3 tentang Vietnam:


Kamu hampir tidak akan menemukan orang gemuk di Vietnam. Mereka semua berbadan kurus - langsing... (#lihat perut :( sedih ). Berdasarkan hasil pengamatan saya, orang Vietnam makan cukup banyak, porsi makanan yang didapat tergolong besar - tapi komposisi makanan yang mereka makan berupa daun-daunan dan berbahan dasar beras (baca: bihun, rice paper, kwetiaw - bukan nasi). Satu hal lainnya dikarenakan rumah-rumah di Vietnam memiliki minimal 3 lantai yang dilengkapi dengan, mau tidak mau kamu bisa menyimpulkan jika penduduk Vietnam memiliki fisik yang sehat.


Bangunan di Old Quarter

Fakta Unik no 4 tentang Vietnam:



Rumah/ toko di Vietnam memiliki lebar tidak lebih dari 5 meter terkecuali itu berupa hotel Internasional/ Mall. Rata-rata bangunan yang kamu temui memiliki minimal 3 lantai. Alasannya saat Vietnam masih dikuasai oleh Prancis, pajak bangunan dihitung berdasarkan dari lebar rumah, tapi ada juga yang mengungkapkan karena mayoritas keluarga di Vietnam ingin tinggal serumah. Untuk lebih lengkapnya kamu bisa baca di sini.

Cai Mam Restaurant

Rumah makan vegetarian yang saya kunjungi pertama kali di sini adalah Cai Mam yang berlokasi tidak jauh dari tempat kami menginap. Cai Mam tidak hanya menyediakan makanan vegan/ vegetarian saja namun juga makanan Vietnam lainnya. Saya memesan Bánh Xèo Chay seharga 90.000 VND (IDR 57.600) dan mama saya memesan vegan rice noodle soup seharga 70.000 VND (IDR 44.800).

Cold Black Coffee with Condensed Milk (40.000 VND)
Bánh Xèo Chay (90.000 VND) & Vegan Rice Noodle Soup (70.000 VND)
Cara memakan Bánh Xèo terbilang unik, disarankan untuk memakai tangan saat memakannya. Kertas putih mengkilap yang nampak di piring pada gambar di atas merupakan rice paper untuk membungkus. Letakan daun, bihun putih, dan crepes isi sayuran ke atas rice paper, gulung dan celupkan ke saus cuka manis yang tersedia. Terlihat aneh tapi ini emang enak pake banget :')

Selesai makan, kami berjalan kaki menuju area Hoan Kiem Lake kurang lebih sekitar 1 km. Sepanjang jalan kamu akan menemukan banyak toko yang menjual baik pakaian maupun makanan-minuman. Harga air mineral di sini 10.000 VND (IDR 6400) untuk ukuran 1.5 L. Karena kami bersepuluh kami memilih untuk beli versi galon mini 6 L seharga 25.000 VND (IDR 16.000). Area Hoan Kiem Lake terbilang luas, kamu bisa melihat dan berfoto di jembatan merah, monumen Lý Thái Tổ, serta mengunjungi Trang Tien Plaza (Mall yang menjual barang branded yang sayangnya amat sangat sepi) tidak jauh dari danau. Selain itu terdapat pula teater boneka air Thang Long di depan danau, dan banyak lainnya. Menjelang malam saat weekend, jalanan di area Hoan Kiem Lake akan ditutup sekitar pukul 6 sore karena akan digunakan untuk pasar malam. Sehingga kamu tidak perlu khawatir lagi dengan banyaknya motor yang berlalu lalang di area Old Quarter.

Hoan Kiem Lake sehabis hujan :(

Dessert Soup di Net Hue (20.000 VND/ porsi)

Jembatan Merah di Hoan Kiem Lake saat malam hari
Monumen Lý Thái Tổ
Miến Trộn di Min Chay Vegan (79.000 VND)

Fakta Unik no 5 tentang Vietnam:


Sepanjang jalan Old Quarter, kamu akan lebih banyak menemukan motor yang lalu lalang daripada mobil, dan gilanya tidak ada lampu merah di sini. Motor tidak akan berhenti mengalah ketika kamu hendak menyeberang bahkan saat kamu melambaikan tangan layaknya menyeberang di Indonesia, jadi bersiap-siaplah untuk senam jantung saat menyeberang. Awalnya memang menyeramkan, lama-lama tidak jadi masalah.

Fakta Unik no 6 tentang Vietnam:


Karena lokasinya yang berjauhan satu sama lain, kota-kota di Vietnam memiliki cuaca yang berbeda-beda. Pastikan kamu mencari tahu lebih dahulu cuaca kota yang akan kamu kunjungi sebelum pergi. Karena letak Hanoi yang berdekatan dengan daratan Cina, suhu di bulan April menujukan antara 19-24' Celcius. Sementara itu, saat saya di Ho Chi Minh, saya merasakan panas yang sangat luar biasa sekitar 32-36' Celcius, tetapi rasanya seperti 40' Celcius :(

Berhubung sudah terlalu panjang, posnya bersambung ke bagian berikutnya ya :D Bagian II

Sunday, August 20, 2017

The next step: Story of my Life part V - An Unknown Brand 'New' Story

Sudah setahun lamanya, sejak postingan terakhir saya tentang sepenggal kisah hidup saya. Singkat cerita, menyambung cerita sebelumnya, segala sesuatunya berjalan lancar sesuai harapan saya, paling hanya ada sedikit gangguan-gangguan kecil yang tak berarti mengisi hari-hari saya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Memasuki tahun 2017, saya juga tidak memiliki resolusi yang berarti, saya bahkan sudah lupa apa yang saya harapkan di tahun yang baru ini. Harapan saya untuk lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan sudah terwujud di tahun sebelumnya, dan saya bersyukur akan itu.

Mungkin kala itu saya hanya berdoa agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun yang baru ini, ya sepertinya itu saja. Saya juga tidak mau berpikir rumit tentang apa yang mungkin terjadi di tahun ini, saya mengira tahun ini akan sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya. Oh ya, akhirnya tahun 2017 ini saya bisa jalan-jalan ke luar negeri hahaha... Sekalipun masih belum dari keringat saya sendiri :') doakan saja secepatnya saya bisa ke negara lainnya. Kalian bisa bilang saya kampungan atau sombong. Nyatanya, bisa saja itu salah satu harapan saya yang tak terungkapkan untuk bisa jalan-jalan ke negara lain. Tepatnya di bulan Mei, saya dan keluarga saya berjalan-jalan ke HongKong, Macau, dan Shenzhen.. Hehe, senangnya.

Sayangnya ada kalanya, apa yang terjadi di dunia ini tidak selamanya mulus sesuai harapan kamu. Tahun 2017 juga menjadi tahun yang 'mungkin' mengubah hidup saya. Bulan Juli lalu, Tuhan memanggil nenek saya kembali ke sisiNya. Saya belum memikirkan apa yang akan terjadi dengan saya setelahnya. Singkat cerita, semua kerabat saya meminta saya untuk pulang ke rumah. Saya benar-benar bingung dan dilemma. Di satu sisi saya masih ingin berjuang dengan karir saya, belum semuanya berhasil saya pelajari. Di sisi lainnya, saya tidak mau menjadi anak yang tidak berbakti pada satu-satunya orang tua yang dimiliki, dan kondisi saya yang sekarang amat sangat tidak memungkinkan untuk memboyong orang tua saya tinggal di Jakarta.

Harus saya akui, sebagai anak saya jauh dari kata sempurna, seringkali saya menyakiti perasaan orang tua saya, dan saya berharap hal itu tidak akan terjadi lagi. Oleh karena itu, selagi saya masih memiliki kesempatan saya tidak mau saya menyesal di kemudian hari ketika waktu tak lagi bisa diputar. Dengan berat hati, saya akan mengundurkan diri dari pekerjaan saya bulan September ini. Yang sayangnya dengan kondisi sekarang, muncul rumor sangatlah sulit bagi saya jika berkeinginan untuk resign di tahun ini. Well, semoga saja tidak. Saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan selain berdoa agar proses resign saya berjalan dengan lancar.

Saya akan kembali ke kampung halaman saya dan entah sampai kapan, saya harus mengasah otak - kemampuan saya apabila saya ingin kembali lagi ke ibukota, saya juga tidak ingin menjadi anak yang berdikari karena jerih payah orang tuanya bukan karena keringatnya sendiri. Ya, masih banyak kisah yang akan menunggu saya di depan. Terlepas dari bagaimana kisah itu akan ditulis, untuk sekarang saya tidak mau memikirkannya dan biarkan saja waktu yang menjawab :)

Friday, August 5, 2016

The next step: Story of my Life part IV - A tough way

Sebelumnya di Miracle?

I got a job even before I graduated, wow... this is just unbelievable. Well if I have any experience, I won't say anything but for me who don't have enough experiences either in organization nor in working, along with null portfolio,  I can say this will never happened without a God's plan.


Jika ada di antara kalian yang berpikir ingin cepat-cepat lulus kuliah, percayalah kalian mungkin akan menyesali pemikiran kalian tersebut. Pesan saya, nikmatilah saja masa-masa kuliahmu. Dunia kerja berbeda 180 derajat dari kehidupan kuliah kamu. Menarik? Ya tentu saja menarik dan semua hal di dunia ini pastinya memiliki keunikannya masing-masing. But sometimes things are tougher than its seem.

Tepatnya tanggal 21 Maret 2016, itu adalah hari pertama saya bekerja dan jujur, saya tidak tahu pasti apa yang akan saya kerjakan kala itu. Maksud saya, lapangan tempat saya bekerja ini merupakan sesuatu yang sangat baru di mata saya, dan itu sama sekali tidak pernah saya dapatkan selama perkuliahan. Hingga detik pos ini ditulis, masih ada sedikit bayangan abu-abu dalam pikiran saya, tak kurang rasa cemas akan hal ini dan itu juga terbesit dalam pikiran saya. Ya, harus saya akui rasa takut itu tetap ada, saya khawatir saya tidak bisa mengikuti pembelajaran ini dengan cepat dan itu bisa mengakibatkan saya harus menyerah... tentu saja saya tidak mau hal itu benar-benar terjadi.

Bulan Agustus 2016....

Waktu berlalu sangat cepat, saya ingat dua bulan pertama saya diisi dengan pelatihan... ya tentu saja otak ini dipenuhi dengan teori A, B, C, dan sebagainya, sayangnya semua teori ini tidaklah cukup. Pandangan saya masih buram dan saya berpikir apakah ada yang salah dengan otak ini. Di bulan ketiga, saya mulai menerapkan teori yang saya dapatkan, tidak lebih dari separuh, namun rasanya saya masih merangkak perlahan dengan mata tertutup. Di bulan keempat saya mengalami dan belajar sesuatu yang sejatinya tidak perlu saya pahami dengan mendalam, tapi paling tidak dari sini saya bisa bersyukur karena saya telah mengambil pilihan yang tidak salah. Akhirnya, kurang dari satu bulan sebelum akhir dari penentuan itu tiba, saya mulai bisa berdiri dan berjalan sekarang, meskipun kedua kaki ini mungkin masih belum kuat untuk berlari.

Akhir dari masa itu akan segera tiba, sedikit bocoran tepatnya di bulan September nanti. Saya tidak tahu apakah saya harus merasa khawatir atau biasa saja di waktu penentuan yang semakin dekat ini. Di satu sisi saya takut jika saya harus mundur, di sisi lain apapun hasilnya nanti saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya. Paling tidak sekarang saya sudah bisa berjalan dari yang sebelumnya merangkak saja pun tidak bisa. Kita lihat saja nanti apa hasilnya :) Right now, the next story of my life is still folded, FYI, God is working on it. Fighting!

Saturday, June 4, 2016

The next step: Story of my Life part III - Miracle?

Sebelumnya di Persiapan

Setelah melamar saya tidak berharap banyak, karena saya juga sedang fokus mempersiapkan sidang dan juga hendak pindah kos. Tepat di hari terakhir saya magang, smartphone saya berdering, sebuah panggilan masuk datang


"Halo, dengan saudari xxx, saya x, dari perusahaan y. Anda melamar untuk posisi junior application development engineer melalui jobstreet, apa benar?" Eh.. pikiran saya terhenti sejenak. Wah lamaran yang saya masukan sebulan yang lalu mendapatkan jawabannya sekarang ternyata. Hmm...? dan telepon masih terus berlanjut. "Sekarang sudah lulus belum ya?" Lagi nunggu sidang nih. "Oh, kalau gitu kapan mba bisa mulai kerja jika diterima?" Dalam hati saya berkata, "Wah, jadwal sidang skripsi saja belum keluar, gi mana mau kerja?". Terang saja langsung saya jawab bulan April 2016.

Tidak berhenti sampai di situ, jantung saya kembali dibuat shock karena HR meminta saya untuk melakukan interview langsung di esok harinya. Kebetulan telpon itu datang pada hari Jumat, jadi ya... sesuai dugaan proses interview dilakukan di hari libur... What the..... asdfgh. Tapi ya sudah saya sanggupi saja. Perkara lolos engganya itu belakangan. Bye my precious holiday... Proses interview yang dilakukan terdiri dari tes teknikal, interview HR, dan interview user.

Malamnya saya harus mempersiapkan ina itu ini ito, meskipun beberapa berkas seperti transkrip nilai dan ijasah tidak dapat saya penuhi. 'La wong sidang wae durung... .-. jadwal e durung metu -_-'. Keesokan harinya saya datang pukul 9.30 dan melakukan tes hingga kurang lebih pukul 11.00. Setelah technical test selesai, interview dengan user akan dilanjutkan. Namun karena waktu sudah menunjukan pukul 12.00 (istirahat), saya diminta untuk menunggu dan kembali lagi pukul 13.00. Oh man, waktu itu saya benar-benar seperti orang kikuk, bayangkan itu hari Sabtu di mana kebanyakan tempat tutup dan bisa dibilang sangat sepi. Di mana saya harus menunggu selama 1 jam?

Tidak mungkin juga jika saya menunggu di depan lift selama 1 jam. Akhirnya saya memutuskan untuk duduk di mini market terdekat. Sedari menunggu, tiba-tiba teman saya mengabarkan jika jadwal sidang kami telah keluar... #dang 4 Maret pukul 17.20-21.00. FYI, sebenarnya saya berharap jangan dapat jadwal malam, tapi apa daya.. tidak ada yang bisa diubah. Tanggal 27 Februari menuju 4 Maret bukanlah waktu yang lama. Terlebih tanggal 1 Maret saya harus pindah kos ke daerah Binus lagi.

Berita ini membuat saya tidak memikirkan lagi perkara diterima atau ditolaknya lamaran saya. Yang ada di kepala saya saat itu hanya bagaimana caranya saya membagi waktu untuk mempelajari skripsi yang merupakan kunci akhir kehidupan perkuliahan saya selama 3.5 tahun ini. Akhirnya waktu menunjukan pukul 13.00 lebih, saya kembali ke atas untuk melanjutkan interview. Ternyata user-nya orang India dan seperti requirement awal, interview dilakukan dengan bahasa inggris, namun terus terang telinga saya agak sedikit kesulitan mendengar bahasa inggris dengan aksen India, tapi untung saja interview masih berjalan lancar dan satu hal yang paling tidak bisa dipercaya adalah ketika user menanyakan kapan saya bisa mulai bekerja karena saya diterima #eh.. o.o

I got a job even before I graduated, wow... this is just unbelievable. Well if I have any experience, I won't say anything but for me who don't have enough experiences either in organization nor in working, along with null portfolio,  I can say this will never happened without a God's plan.

bersambung...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...