Sunday, August 20, 2017

The next step: Story of my Life part V - An Unknown Brand 'New' Story

Sudah setahun lamanya, sejak postingan terakhir saya tentang sepenggal kisah hidup saya. Singkat cerita, menyambung cerita sebelumnya, segala sesuatunya berjalan lancar sesuai harapan saya, paling hanya ada sedikit gangguan-gangguan kecil yang tak berarti mengisi hari-hari saya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Memasuki tahun 2017, saya juga tidak memiliki resolusi yang berarti, saya bahkan sudah lupa apa yang saya harapkan di tahun yang baru ini. Harapan saya untuk lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan sudah terwujud di tahun sebelumnya, dan saya bersyukur akan itu.

Mungkin kala itu saya hanya berdoa agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun yang baru ini, ya sepertinya itu saja. Saya juga tidak mau berpikir rumit tentang apa yang mungkin terjadi di tahun ini, saya mengira tahun ini akan sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya. Oh ya, akhirnya tahun 2017 ini saya bisa jalan-jalan ke luar negeri hahaha... Sekalipun masih belum dari keringat saya sendiri :') doakan saja secepatnya saya bisa ke negara lainnya. Kalian bisa bilang saya kampungan atau sombong. Nyatanya, bisa saja itu salah satu harapan saya yang tak terungkapkan untuk bisa jalan-jalan ke negara lain. Tepatnya di bulan Mei, saya dan keluarga saya berjalan-jalan ke HongKong, Macau, dan Shenzhen.. Hehe, senangnya.

Sayangnya ada kalanya, apa yang terjadi di dunia ini tidak selamanya mulus sesuai harapan kamu. Tahun 2017 juga menjadi tahun yang 'mungkin' mengubah hidup saya. Bulan Juli lalu, Tuhan memanggil nenek saya kembali ke sisiNya. Saya belum memikirkan apa yang akan terjadi dengan saya setelahnya. Singkat cerita, semua kerabat saya meminta saya untuk pulang ke rumah. Saya benar-benar bingung dan dilemma. Di satu sisi saya masih ingin berjuang dengan karir saya, belum semuanya berhasil saya pelajari. Di sisi lainnya, saya tidak mau menjadi anak yang tidak berbakti pada satu-satunya orang tua yang dimiliki, dan kondisi saya yang sekarang amat sangat tidak memungkinkan untuk memboyong orang tua saya tinggal di Jakarta.

Harus saya akui, sebagai anak saya jauh dari kata sempurna, seringkali saya menyakiti perasaan orang tua saya, dan saya berharap hal itu tidak akan terjadi lagi. Oleh karena itu, selagi saya masih memiliki kesempatan saya tidak mau saya menyesal di kemudian hari ketika waktu tak lagi bisa diputar. Dengan berat hati, saya akan mengundurkan diri dari pekerjaan saya bulan September ini. Yang sayangnya dengan kondisi sekarang, muncul rumor sangatlah sulit bagi saya jika berkeinginan untuk resign di tahun ini. Well, semoga saja tidak. Saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan selain berdoa agar proses resign saya berjalan dengan lancar.

Saya akan kembali ke kampung halaman saya dan entah sampai kapan, saya harus mengasah otak - kemampuan saya apabila saya ingin kembali lagi ke ibukota, saya juga tidak ingin menjadi anak yang berdikari karena jerih payah orang tuanya bukan karena keringatnya sendiri. Ya, masih banyak kisah yang akan menunggu saya di depan. Terlepas dari bagaimana kisah itu akan ditulis, untuk sekarang saya tidak mau memikirkannya dan biarkan saja waktu yang menjawab :)

No comments:

Post a Comment

If you think my post is helpful, left your comment below.. Thanks

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...